Kamis, 17 Mei 2012
10:08 WIB
Selain Catut Muhaimin, Dani Catut Gus Dur
Dani tidak pernah berbicara dengan Muhaimin Iskandar untuk menghimpun THR.
Like
Menakertrans Muhaimin Iskandar
Arry Anggadha | Jum'at, 10 Februari 2012, 07:07 WIB

VIVAnews - Pengakuan Dani Nawawi yang diminta bantuan oleh Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar untuk mencarikan dana Tunjangan Hari Raya (THR) dinilai bohong. 

Menurut Faizol, Dani tidak pernah berbicara dengan Muhaimin untuk menghimpun THR tersebut. "Masak tidak pernah ketemu dikatakan baru saja keluar ruangan menteri. Tidak pernah berbicara dengan menteri mengaku dimintai tolong menghimpun dana THR," kata Staf Khusus Menakertrans, Faizol Reza, dalam keterangan yang diterima VIVAnews.com, Jumat 10 Februari 2012.

Diberitakan sebelumnya, dalam persidangan di Pengadilan Tipikor, terungkap pembicaraan antara Dani Nawawi dan Syamsu Alam. Dalam pembicaraan selama 1,5 menit yang disadap KPK, Dani menyatakan Muhaimin kekurangan Rp2 miliar untuk memberikan THR ke seluruh Indonesia.

Selain mencatut nama Muhaimin, lanjut Faizol, Dani juga telah mencatut nama Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Hal itu karena Dani mengaku sebagai Staf Khusus Presiden di era Gus Dur, namun ternyata dibantah mantan Staf Khusus Presiden Gus Dur, seperti Adhie Massardi.

Sebab menurut pengakuan Adhie, selain dirinya hanya ada dua orang yang menjadi staf khusus Gus Dur kala itu, yaitu Wimar Witoelar dan Ratih Hardjono. Muhaimin selaku Menakertrans juga telah membantah meminta bantuan dana THR kepada Dani Nawawi.

Faizol juga merasa aneh dengan pengakuan Dani yang mendapatkan permintaan tolong dari Muhaimin. Sebab, di dalam persidangan sebelumnya, Dani yang hadir sebagai saksi untuk Dharnawati, mengaku tidak pernah sekalipun bertemu dengan Muhaimin. (eh)

 

© VIVAnews

 
Share
Berita Terkait
A A A
Kanal Lainnya