|
Kanal |
Terpopuler |
Wawancara
VIVAnews - Wakil Ketua DPR RI, Priyo Budi Santoso, menyarankan Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) agar lebih berhati-hati dalam mempublikasikan temuannya.
Menurut Priyo, jika temuan lembaga yang dipimpin M Yusuf itu masih mentah, sebaiknya jangan tergesa-gesa untuk mengumumkan kepada publik. Sebab hanya akan menimbulkan ketidaknyamanan pada pihak yang bersangkutan.
"Kecuali PPATK memandang itu perlu, ya bisa langsung kirim saja kepada pihak-pihak aparat hukum, jangan justru kepada publik yang justru membikin runyam seperti sekarang ini," ujar Priyo di DPR RI, Jakarta, Rabu 22 Februari 2012.
Politikus Partai Golkar itu mencermati bahwa PPATK gemar mempublikasikan temuannya, yang seharusnya bisa langsung diserahkan kepada aparat hukum agar dapat ditindaklanjuti.
"Kemarin mereka umumkan tentang PNS rekening gendut, kini 2000 transaksi itu. Saya tak mau komentar apapun kecuali menyarankan kepada PPATK untuk aspek kehati-hatian karena ini menyangkut nama baik institusi dan sebagainya," ucapnya.
"Jangan terlampau gemar untuk membikin runyam semacam ini. Tapi apapun kami berterimakasih atas masukan ini," tambah Priyo. (eh)
© VIVAnews